13 Tahun Menanti, Guru Asal Siak Akhirnya Bisa Berhaji, Menangis Melihat Ka'bah
Saifi, seorang guru Pendidikan Agama Islam asal Siak, Riau
4 dibaca

13 Tahun Menanti, Guru Asal Siak Akhirnya Bisa Berhaji, Menangis Melihat Ka'bah

Seorang guru Pendidikan Agama Islam asal Desa Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau, akhirnya menunaikan ibadah haji setelah menunggu selama 13 tahun. Jemaah tersebut bernama Saifi. Kisahnya mengalir hangat dalam perbincangan selepas Salat Subuh di sebuah masjid kecil kawasan Syisyah, Mekkah, Kamis (21/5/2026).

Saat itu, suasana masjid masih dipenuhi jamaah yang berzikir dan membaca Al-Qur’an. Saifi berbincang dengan Iwan Muhajirin, jamaah asal Suliki, Payakumbuh, serta Adel, warga Arab keturunan Yaman yang aktif membantu jamaah di sekitar kawasan tersebut. Dalam perbincangan itu, Saifi menceritakan perjalanan panjangnya menuju Tanah Suci. Ia mendaftar haji sejak 2013 dan baru mendapat kesempatan berangkat tahun ini.

"Tahun lalu saya sebenarnya sudah masuk cadangan, tetapi belum dipanggil berangkat. Ketika tahun ini benar-benar dipanggil Allah, rasanya luar biasa dan sulit dijelaskan," ujar Saifi.

Saifi berangkat haji bersama sang istri. Meski sebelumnya pernah menunaikan ibadah umrah, menurutnya pengalaman haji memiliki makna spiritual yang jauh berbeda. Ia mengaku tidak mampu menahan haru saat pertama kali melihat Ka'bah di Masjidil Haram.

"Sejak kecil kita salat menghadap kiblat, tetapi belum pernah benar-benar merasakan bagaimana ketika melihat langsung Ka'bah. Saat pertama kali melihatnya, air mata mengalir begitu saja," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Sebagai seorang pendidik, Saifi menyampaikan pesan kepada umat Islam agar mulai mempersiapkan ibadah haji sejak dini. Ia berpesan agar jamaah tidak menunda ibadah haji karena alasan urusan dunia.

"Jangan menunggu semua urusan dunia selesai dulu baru berhaji, karena urusan dunia tidak akan pernah selesai. Kalau terus menunggu rumah selesai, usaha selesai, atau kendaraan selesai, bisa jadi umur kita yang lebih dulu selesai," tuturnya.

Menurut Saifi, niat yang sungguh-sungguh untuk mendekatkan diri kepada Allah akan memudahkan jalan seseorang dalam menunaikan ibadah.

"Kalau kita serius mendekat kepada Allah, insya Allah urusan dunia akan mengikuti dengan sendirinya," tambahnya.

Pertemuan sederhana di masjid kecil kawasan Syisyah itu menjadi gambaran hangatnya persaudaraan antarajamaah haji dari berbagai latar belakang. Seorang guru dari Riau, jamaah asal Sumatera Barat, dan warga Arab keturunan Yaman dipertemukan di Tanah Suci dalam suasana penuh kebersamaan.

Bagikan